Nanas Prabumulih

Buah Nanas adalah Icon resmi dari Kota Seinggok sepemunyian Prabumulih. Siapa yang tidak tahu buah yang satu ini, rasanya khas nikmat dan segar. Saya adalah perantau dari Jatim yang bekerja di Sumatera Selatan, khususnya yang berada di Kota Prabumulih sebagai tenaga pendidik di AKN Kota Prabumulih ini sangat tertarik untuk melakukan pengamatan dan mencoba memasyarakatkan kepada warganya sendiri yaitu Prabumulih sebagai buah kebangaan, baik untuk buah tangan apalagi dapat diolah dalam bentuk yang menarik lainnya seperti dodol, keripik, dan lainnya.

Nanas Prabumulih, rasanya sangat manis dan tidak gatal di mulut, tentu harus dikupas dahulu ya.
ada juga yang menyarankan direndam air garam, kalau saya sendiri setelah di kupas dan dipotong-potong kecil langsung saya makan dan rasanya tidak diragukan lagi manis sekali. saya telah berkali kali membeli dan mencicipi nanas Prabumulih tidak pernah bosan untuk menikmati kembali manisnya buah yang eksotis ini.
Membeli Nanas di Pasar Prabumulih
Saya sangat senang mendengar kabar dari Tribun Prabu bahwasanya akan ada Agrowisata kebun Nanas, semoga saja pemerintah kota bersunguh-sungguh untuk merealisasikan program tersebut, untuk kesejahteraan masyarakat Prabumulih khususnya dan juga menjaga agar Buah Nanas Prabumulih tetap lestari dan dapat dinikmati semua orang.
Harian Tribun Prabu
Icon di Taman Prabujaya juga menggambarkan seorang pemuda dan pemudi bangga membawa Nanas Prabumulih, yang bawah hanya iklan ya, Hhee
Monumen Taman Prabujaya

Buah nanas yang pernah saya jumpai juga ada yang unik seperti di bawah ini
Nanas Krebo
Dan satu lagi
Nanas Unik

Wow manarik sekali ya, namun kalau untuk dikonsumsi carilah yang memiliki daun atas yang panjang, pengalaman saya setelah mengamati rasa dari berbagai bentuk nanas, maka dapat saya simpulkan nanas dengan warna yang kuning dan yang memiliki daun atas panjang relatif lebih manis.
Selamat menikmati manisnya Nanas Prabumulih.

Comments

Popular posts from this blog

Belajar Menanam Labu Madu/Butternut Squash

Buah Naga